PENGGUNAAN MATERIAL BERKUALITAS JADI KUNCI PROYEK REKONSTRUKSI JALAN Parung panjang bunar

 


gema digital news.web.id.

Bogor -parung panjang -jum'at 12-juni-2026- Pengawas Lapangan Proyek Rekonstruksi Ruas Jalan Provinsi Jagabaya–Parung Panjang–Bunar, Agus Baharudin, menegaskan bahwa mutu pembangunan sangat bergantung pada penggunaan material dan peralatan yang sesuai standar teknis yang telah ditetapkan.

 

Dalam keterangannya, Agus menjelaskan bahwa penerapan spesifikasi ketat dilakukan sejak tahap awal. Salah satunya adalah penggunaan Lapis Pondasi Agregat (LPA) yang memenuhi syarat mutu, serta pemanfaatan peralatan modern seperti mesin Gomaco. Langkah ini bertujuan memastikan kekuatan beton, ketebalan lapisan yang seragam, dan kualitas konstruksi secara keseluruhan agar tahan lama dan aman digunakan.

 

"Kami tidak main-main dengan kualitas. Material harus sesuai standar, alat yang digunakan pun harus mendukung hasil yang presisi. Ini agar jalan yang dibangun benar-benar bermanfaat dalam jangka panjang," tegasnya.

 

Pengawasan dilakukan secara bertahap dan ketat, melibatkan pengawas internal, Inspektorat, tim pemeriksa independen, hingga Tim PHO (Provisional Hand Over). Setiap hasil pekerjaan akan diuji di laboratorium; jika ditemukan ketidaksesuaian, kontraktor wajib melakukan perbaikan dan dapat dikenakan sanksi denda sesuai peraturan yang berlaku.

 

Selain pekerjaan perkerasan jalan, pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di area SMUN juga terus berlanjut. Pekerjaan ini meliputi pemasangan struktur utama hingga tahap penyelesaian, dengan penggunaan material batu untuk menjamin kekuatan dan kerapian hasil akhir.

 

Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan warga sekitar, Agus juga menegaskan bahwa proyek ini mengutamakan penyerapan tenaga kerja lokal. Hal ini diharapkan dapat membuka kesempatan ekonomi dan memberdayakan masyarakat setempat.

 

Di akhir pernyataannya, ia mengapresiasi peran aktif media, lembaga swadaya masyarakat, dan warga yang turut mengawasi jalannya proyek. Masukan dan kritik yang membangun dianggap sebagai bagian penting untuk menjaga transparansi dan meningkatkan kualitas hasil pembangunan.

 

"Kami berkomitmen penuh menjaga standar teknis. Semua saran dan masukan akan kami jadikan bahan evaluasi agar tercipta infrastruktur yang berkualitas, aman, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," pungkas Agus Baharudin.

 

 Tim  Red 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama