Bencana Banjir Bandang Terjadi di Sitaro, Sulut, 11 Orang Meninggal

 


Gemadigitalnews.web.id.Banjir bandang di Sitaro, -05-januari -2026-Sulut, menewaskan sedikitnya 11 orang, sementara sejumlah warga masih dinyatakan hilang.


Dalam laporan Pusdalops BPBD, banjir bandang terjadi pada senin (5/1/26) sekitar pukul 03.00 wita. 


Sejumlah  kecamatan terdampak parah dan menyebabkan korban jiwa, hilang, dan luka-luka. Selain itu, bangunan rumah dan akses jalan yang tertutup material,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sitaro Sonny S Belseran. 


Korban meninggal dunia ditemukan di sejumlah wilayah terdampak. Di Kelurahan Bahu, Kecamatan Siau Timur, tercatat tujuh orang tewas dan lima lainnya dilaporkan hilang. Sementara di Kecamatan Siau Barat Selatan, empat warga meninggal dunia, masing-masing dua orang di Kampung Laghaeng dan dua di Kampung Peling. Hingga kini, identitas para korban masih dalam pendataan.


Dalam rilis BNPB, banjir bandang yang melanda beberapa wilayah di Sitaro terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan itu dalam waktu lama. Visual yang diterima BNPB menunjukkan material batuan dan lumpur menutupi jalan serta meluber hingga ke bangunan warga.


”Berdasarkan laporan dari tim di lapangan, pada Senin siang ini, banjir telah surut. Meskipun demikian, jaringan listrik dan telekomunikasi di wilayah terdampak terputus. Hingga saat ini, tim pencarian dan pertolongan gabungan masih melakukan evakuasi dan pencarian korban hilang,” kata Abdul Muhari,  Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB 

Abdul menyebutkan, kendala di lapangan dalam mobilisasi sumber daya adalah penyesuaian jadwal penyeberangan kapal menuju Kabupaten Kepulauan Sitaro.


Sementara itu, tim SAR gabungan diterjunkan untuk mencari korban di lokasi. Hingga kini, Kantor SAR Sulut masih melaksanakan operasi pencarian dan evakuasi.

”Tim rescue berangkat menuju lokasi kejadian menggunakan KM Marina Bay 01 dari Pelabuhan Manado sore ini. Dalam operasi ini, Basarnas Sulut membawa sejumlah alat utama SAR, di antaranya kendaraan rescue, peralatan komunikasi, perlengkapan medis, mountaineering, tenda posko, serta peralatan pendukung lainnya,” kata Nuriadin Gumeleng dari Humas Kantor SAR Sulut.

Sumber rilis : Team Gorontalo 

Mesi rumaeni 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama