Kesetaraan pembangunan antar daerah atau regional inequality masih menjadi salah satu isu strategis yang terus menghiasi diskusi publik di Indonesia. Meskipun berbagai program pembangunan telah dicanangkan pemerintah, kesenjangan antar wilayah—terutama antara Jawa dan luar Jawa, serta antara daerah perkotaan dan pedesaan—masih terlihat jelas.
Fenomena ini tidak hanya berdampak pada kualitas hidup warga daerah, tetapi juga berpengaruh pada stabilitas sosial, ekonomi, bahkan politik nasional. Oleh karena itu, memperkecil ketimpangan pembangunan menjadi agenda penting untuk memastikan Indonesia tumbuh secara merata dan berkelanjutan.
Dominasi Jawa dan Ketertinggalan Wilayah Luar Jawa
Selama beberapa dekade, Pulau Jawa menjadi pusat pemerintahan, ekonomi, industri, dan infrastruktur nasional. Lebih dari 50% Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia ditopang dari aktivitas ekonomi di pulau ini.
Sementara itu, wilayah luar Jawa seperti Papua, Maluku, Nusa Tenggara, hingga sebagian wilayah Kalimantan dan Sulawesi masih bergelut dengan:
- Infrastruktur dasar yang belum merata
- Keterbatasan akses listrik, air bersih, dan jaringan internet
- Rendahnya kualitas pendidikan dan kesehatan
- Minimnya lapangan kerja produktif
- Ketergantungan tinggi terhadap sektor primer (pertanian dan tambang)
Kesenjangan ini menciptakan apa yang disebut pembangunan yang terpusat (centralized development), di mana pertumbuhan ekonomi hanya berkutat di beberapa kota besar, sementara daerah lain berjalan jauh di belakang.
Akar Masalah Ketimpangan Antar Daerah
1. Konsentrasi Infrastruktur di Wilayah Tertentu
Pembangunan infrastruktur seperti jalan, pelabuhan, dan transportasi massal lebih banyak dilakukan di wilayah yang sudah berkembang. Akibatnya, daerah tertinggal semakin sulit mengejar ketertinggalan.
2. Ketimpangan Pusat Pertumbuhan Ekonomi
Industri dan pusat bisnis lebih banyak terkonsentrasi di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Medan.
3. Perbedaan Kemampuan Fiskal Daerah
Pendapatan Asli Daerah (PAD) sangat timpang. Daerah kaya sumber daya mendapat pemasukan besar, sementara daerah miskin bergantung pada dana pusat.
4. Akses Pendidikan dan Sumber Daya Manusia (SDM)
Kualitas SDM di banyak wilayah masih tertinggal akibat minimnya kualitas pendidikan dan tenaga pengajar.
5. Faktor Geografis dan Konektivitas
Indonesia adalah negara kepulauan. Beberapa daerah sulit dijangkau, sehingga distribusi logistik, pembangunan, dan pelayanan publik menjadi lebih mahal.
Upaya Pemerintah Mengurangi Regional Inequality
Pemerintah telah menginisiasi berbagai program strategis untuk mengurangi kesenjangan wilayah, di antaranya:
1. Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN)
Pemindahan pusat pemerintahan dari Jakarta ke Kalimantan Timur bertujuan menciptakan pusat pertumbuhan baru di luar Jawa.
2. Pembangunan Infrastruktur di Kawasan Timur Indonesia
Program pembangunan jalan, jembatan, bandara perintis, dan akses energi terus digenjot di Papua, Nusa Tenggara, dan Maluku.
3. Dana Desa dan Transfer Fiskal Daerah
Dana desa telah membantu memperbaiki infrastruktur dasar seperti jalan desa, fasilitas kesehatan, sanitasi, dan pendidikan.
4. Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)
KEK di berbagai daerah bertujuan menciptakan pusat ekonomi baru dan membuka lapangan kerja.
5. Program Sekolah Rakyat dan Pemerataan Pendidikan
Pemerintah membangun sekolah rakyat di berbagai provinsi untuk meningkatkan akses pendidikan di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).
Mengapa Kesetaraan Pembangunan Penting?
a. Mencegah Migrasi Berlebihan ke Kota Besar
Ketimpangan membuat arus urbanisasi tidak terkendali. Akibatnya kota besar menjadi sesak, sementara daerah asal kehilangan tenaga kerja.
b. Mengurangi Kemiskinan Struktural
Daerah yang tertinggal cenderung mengalami kemiskinan menahun karena minimnya peluang ekonomi.
c. Memperkuat Stabilitas Nasional
Ketimpangan dapat memicu konflik sosial dan ketidakpuasan politik.
d. Memperluas Basis Ekonomi Nasional
Ketika setiap daerah maju, ekonomi nasional tumbuh lebih kuat dan stabil.
Strategi yang Perlu Dilakukan ke Depan
Untuk menciptakan Indonesia yang lebih setara, beberapa strategi penting perlu dilakukan:
1. Distribusi Infrastruktur yang Lebih Merata
Fokus pembangunan tidak boleh terpusat di Jawa. Wilayah timur perlu mendapat porsi pembangunan yang lebih besar.
2. Digitalisasi dan Akses Internet Merata
Transformasi digital dapat mempercepat akses pendidikan, kesehatan, dan ekonomi bagi daerah terpencil.
3. Penguatan SDM Daerah
Melalui pelatihan vokasi, peningkatan kualitas guru, dan beasiswa bagi masyarakat daerah tertinggal.
4. Pemberdayaan Ekonomi Lokal
Menonjolkan potensi daerah seperti wisata, pertanian modern, UMKM kreatif, dan industri lokal.
5. Kolaborasi Pemerintah Pusat, Pemda, dan Swasta
Investasi swasta harus diarahkan untuk membangun sektor-sektor strategis di luar kota besar.
Membangun Indonesia dari Pinggiran
Kesetaraan pembangunan antar daerah bukan sekadar mimpi, tetapi sebuah keharusan agar Indonesia tumbuh sebagai negara yang solid dan berkeadilan. Tantangannya memang besar, tetapi bukan tidak mungkin diatasi dengan strategi yang tepat, komitmen pemerintah, peran aktif pemerintah daerah, serta keterlibatan masyarakat.
Membangun dari pinggiran artinya memberi kesempatan yang sama bagi setiap daerah untuk berkembang. Dengan pemerataan pembangunan, Indonesia tidak hanya tumbuh lebih cepat, tetapi juga lebih adil.

Posting Komentar